Jumat, Mei 11, 2012

Hitam Putih Malioboro

Terpenjara di tanah Air

Sepion Kusir



Caping Gondrong


Mural Malioboro

Pasar Bringharjo

Perjuangan si Orange























Berbekal peluit,
tenaga di tengah tangan yang semakin menua,
berlindung rambut yang semakin beruban,
orange warna yang selalu setia
berteman dengan debu dan asap kendaraan,
Malioboro merupakan bank yang baik hati,
hingga nanti.

Selasa, Mei 08, 2012

Harapan Tertinggi










"Bawa harapanmu setinggi langit."
Begitulah kata mutiara yang diungkapkan banyak orang yang memiliki pengharapan terhadap sesuatu. Lampion adalah salah satu lambang sebuah pengharapan. Begitu juga dengan upacara waisak yang diadakan di Candi Agung Borobudur, Seribu (1000) lampion yang di terbangkan adalah seribu harapan yang ditinggikan pada penutupan upacara Waisak 2012.

Rabu, September 14, 2011

Restu Yang Maha Esa


Seperti itulah yang maha esa menciptakan manusia
Diciptakannya makhluk hidup yang berpasang-pasangan
Yang satu laki-laki dan yang satunya perempuan
Mereka mengikat janji setia, mengarungi bahtera

57 tahun lamanya bersama
suka duka ditanggung berdua



Rabu, Juni 02, 2010

Pantai Atas Langit

Pergiku menuju selatan
Daerah yang sangat jarang kudatangi
Dimana angin berkejaran
Menggulung ombak berderai

Butiran pasir yang sudah tak seperti dulu,
Sekitar 19 tahun yang lalu
Lama tak berjumpa suasana di tempat itu
Tak sampai kuinjakan kakiku

Memandangmu di tempat yang jauh
Mungkin aku takut,
Takut untuk turun dan terjun
Menikmatimu dari atas tebing ini

Rahaditya A. Nugraha (030610)



Selasa, Juni 01, 2010

Syair Kursi Kosong

Ternyata giliran saya masuk blog saya sendiri. Kalo gak salah inget foto ini di ambil oleh seorang sahabat saya pas saya lagi main gitar di rumah seorang teman di Purwokerto sana.
Menarik, ada seniman gagal sedang memetik senar-senar di atas lubang resonansinya. Tak sabar segeralah saya membuat satu sajak dengan foto ini.



Dawai-dawai gitar terpetik

Munculkan nada-nada

Lirih dan penuh perih

Untuk siapa ku bernyanyi?

Untukku,

Atau mungkin untuk orang lain

Ah, biar saja,

Percaya, pasti ada yang dengar

Suara sumbang nan lantang

Berisik!

Mereka menyuruhku diam dan berhenti

Suara sumbang nan lantang

Mereka menjauh dan pergi

Dan kursi itu juga ikut ku usir

Dia tak bergerak

“Masih mau mendengar

Suara sumbang nan lantang”

Begitu bisiknya

Dengarnya dia dengan setulus hati

Suara sumbang nan lantang

Rahaditya A. Nugraha (310510)

Rabu, April 07, 2010

Termakan Waktu

Foto ini diambil ketika saya jalan-jalan ke Lasem, Jawa Tengah.
Pada kesempatan kali ini saya bercerita dengan menggunakan sebuah puisi (coba-coba).
Mudah-mudahan banyak yang suka.








Menunggu sebuah cahaya terang itu datang
Menanti siang panas di tengah padang
Menanti malam yang dingin
Menunggu sang cahaya menyambut pagi
Sendiri,
Sendiri diselimuti kabut tipis
Menanti cahaya yang menembusnya
Waktu,
Hanya dia yang bisa menjawab
Entah kapan?
Kau yang lama menunggu
Badanmu tidak seperti dahulu
Rapuh termakan waktu
Ribuan rayap memangsamu
Kau hanya diam
Tetap diam
Diam
Sampai cahaya itu datang